Tutorial: Level Kematangan Steak

Kalian pasti pernah makan steak, tapi apakah kamu tau kalo steak sebenarnya tidak ada tepungnya dan mempunyai level-level kematangan yang berbeda-beda? Yuk kita bahas bareng-bareng.

Steak sebenarnya mempunyai beberapa level kematangan yang dimana pelanggan bisa meminta seberapa matang steak tersebut. Dengan level kematangan yang berbeda, tentu saja tiap level mempunyai tekstur dan rasa daging yang berbeda-beda. Sayangnya, di Indonesia masih sedikit yang bisa meminta level kematangan sesuai permintaan. Tapi jika kalian ingin masak steak sendiri, ini adalah level kematangan steak yang dinilai masih aman untuk dimakan.

  • Rare

Kematangan dimana dagingnya masih merah, dengan bagian ujung steak yang mulai menjadi coklat. Tidak direkomendasikan untuk potongan daging yang kualitasnya kurang baik, karena daging didalamnya masih terhitung belum matang. Tekturnya sama seperti daging mentah, lembut.

Untuk 1 inchi daging, taruh daging di panggangan panas selama lima menit. Balik dan panggang selama 3 menit. Masak sampai temperatur suhu daging 50 sampai 55 derajat celsius.

  • Medium Rare

Rekomendasi oleh banyak chef. Warna daging pink dan sedikit merah. Bagian luar daging berwarna coklat. Tekturnya sedikit lembut dan erat saat disentuh.

Untuk 1 inchi daging, taruh daging di panggangan panas selama lima menit. Balik dan panggang selama 4 menit. Masak sampai temperatur suhu daging 55 sampai 57 derajat celsius.

  • Medium

Kematangan yang banyak diminati oleh orang-orang di luar negeri. Warna daging pink kecoklatan dan bagian luar coklat tua. Tekstur masih lembut, tetapi tidak selembut Medium Rare.

Untuk 1 inchi daging, taruh daging di panggangan panas selama enam menit. Balik dan panggang selama 4 menit. Masak sampai temperatur suhu daging 60 sampai 65 derajat celsius.

  • Medium Well

Bagi orang-orang yang tidak menyukai warna daging “tidak matang” pada steak mereka. Tingkat kematangan yang bagian dalamnya hampir hilang warna pink nya, digantikan oleh warna coklat muda. Bagian luar berwarna coklat dengan warna bekas panggangan yang sangat terlihat. Teksturnya sudah seperti daging yang dimasak oleh restoran steak Indonesia pada umumnya, tetapi masih ada sedikit tekstur lembut pada dagingnya.

Untuk 1 inchi daging, taruh daging di panggangan panas selama tujuh menit. Balik dan panggang selama 5 menit. Masak sampai temperatur suhu daging 68 sampai 74 derajat celsius.

  • Well

Tingkat kematangan yang banyak diterapkan di restoran steak Indonesia. Tidak ada warna pink sama sekali di dalam daging, tetapi warnanya sudah full coklat muda dengan bagian luar berwarna coklat tua. Tektur daging benar-benar padat saat disentuh.

Untuk 1 inchi daging, panggang daging pada api medium antara 10 sampai 12 menit tiap sisi. Daging harus mencapai temperatur 77 derajat celsius atau lebih.

Itu adalah tingkat kematangan steak ya guys. Oh iya, jika kalian ingin memasak steak sendiri, harap ingat untuk membawa termometer agar bisa melihat temperatur daging steak agar tidak overdone, sehingga tidak sesuai dengan keinginan kita. Selamat memasak ya!

Promo Mei 2019: Martabak Jepang Jony

Halo guys, selamat berbuka puasa ya! Malem-malem begini pengen makan yang enak, tapi males makan nasi? Tenang aja, sekarang Martabak Jepang Jony ada diskon lho! Diskonnya apa aja? Semuanya dong, hehe. Semua menu martabak jepang diskon up to 50%! Bahkan bisa sampe Rp. 10.000,- lho!

Mau tau cara dapetinnya? Kamu cuma perlu follow Instagram nya Martabak Jepang Jony doang kok! Diskon ini berlaku untuk dine in dan berlaku dari tanggal 15 Mei sampai 25 Mei 2019. Jadi grab it while you can ya guys!

Tim Mangan Review: Nasi Goreng Kambing Pak Sular

Selamat menjalankan ibadah puasa ya guys! Kali ini Dita akan mencoba dan me-review nasi goreng yang lumayan terkenal nih di Jogja, namanya Nasi Goreng Kambing Pak Sular. Warung nasi goreng ini terletak di Kotabaru, Gondokusuman, seberang kantor notaris.

Dengan harga yang cukup murah, kalian harus nyobain nih! Bumbunya berbeda dengan nasi goreng pada umumnya dan dengan harga Rp. 13.500, anda bisa mendapatkan nasi goreng dengan daging kambing yang ada tambahan telur ceplok diatasnya. Penasaran? Tonton terus ya!

Tim Mangan Review: Legend Coffee

Dita dan Eka ke mereview salah satu cafe yang terkenal di Jogja, yaitu Legend Coffee. Legend Coffee sudah berdiri sejak lama, dan baru-baru ini dipugar kembali agar tempatnya terlihat menarik. Dengan harga yang bisa terbilang agak mahal, memang dari satu sisi bisa membuat pembaca berpikir dua kali untuk kesana. Tetapi dengan atmosfir yang berbeda, atleast cobain deh kesana sekali.

Dita dan Eka memesan 3 makanan, 3 minuman, dan 1 dessert. Salah satu makanannya adalah Nasi Ayam Bumbu Merah dan salah satu minumannya adalah Painkiller. Waduh, kok namanya ngeri ya? Nonton terus yuk!

Pacing Yourself Saat Berbuka, Tidak Ngantuk Saat Tarawih

Selamat menjalankan puasa di bulan suci Ramadhan ini ya guys! Menunggu adzan Maghrib sambil menahan lapar dan dahaga memang susah ya guys, cuma jangan lupa pacing saat berbuka puasa nya lho! Tapi pacing itu apa ya? Kita lanjutin yuk

Pacing adalah bahasa inggris dari pace yang artinya melakukan sesuatu dengan pelan-pelan dan pasti agar tidak melakukan sesuatu terlalu banyak. Hal ini termasuk makan disaat buka. Gorengan mengandung banyak lemak, salah satu penyebab ngantuk saat solat tarawih lho jika banyak dikonsumsi. Apalagi jika makan besar langsung setelah buka.

Jadi apa alternatif snack yang mengenyangkan tetapi tidak membuat ngantuk? Salah satunya yaitu kurma. Kurma dapat mengisi perut anda, cukup untuk melakukan ibadah solat tarawih. Tentu saja kurma bisa dimakan bersama snack lain seperti gorengan, kue manis, dan lain-lain. Setelah solat tarawih, barulah anda disarankan untuk makan besar.

Jadi itu ya guys, jangan lupa untuk pace yourself saat berbuka!